Palopo – Ratusan mahasiswa bersama warga yang tergabung dalam Aliansi Pemekaran Luwu Raya menggelar aksi unjuk rasa di Kelurahan Sampoddo, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo.
Aksi tersebut berdampak pada terhambatnya arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi dari dua arah, utara dan selatan.
Pantauan di lapangan, Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 16.00 Wita, massa aksi memenuhi badan jalan sambil menyampaikan orasi secara bergantian.
Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas dengan lancar dalam waktu cukup lama. Aparat kepolisian tampak berjaga dan melakukan pengaturan lalu lintas guna mencegah kemacetan semakin parah.
Ketua HMI Palopo, Ardi Reski, mengatakan aksi ini merupakan bentuk keberlanjutan perjuangan mahasiswa dan masyarakat dalam mendorong percepatan pemekaran wilayah Luwu Raya yang dinilai telah lama menjadi aspirasi publik.
Ia menegaskan, tuntutan pemekaran bukanlah kepentingan kelompok tertentu, melainkan kehendak bersama masyarakat demi terwujudnya keadilan serta pemerataan pembangunan.
“Pemekaran Luwu Raya adalah aspirasi kolektif rakyat. Ini bukan perjuangan segelintir orang, tetapi suara masyarakat yang menginginkan kesejahteraan dan pembangunan yang merata,” ujar Ardi yang merupakan Ketua HMI Palopo saat berorasi.
Ardi juga menyinggung makna Toddo Puli yang memiliki nilai historis dan filosofis bagi masyarakat Tana Luwu, meski aksi kali ini tidak dipusatkan di lokasi tersebut.
Menurutnya, Toddo Puli merupakan simbol komitmen dan kesepakatan perjuangan masyarakat Luwu Raya dalam memperjuangkan pemekaran wilayah.
Selain itu, Ardi menyebut tanggal 23 Januari sebagai momentum penting dalam sejarah gerakan pemekaran Luwu Raya.
Tanggal tersebut dinilai menjadi pengingat atas tuntutan rakyat yang hingga kini belum sepenuhnya direalisasikan oleh pemerintah pusat.
“Tanggal 23 Januari memiliki nilai simbolik bagi perjuangan masyarakat Luwu Raya. Itu adalah pengingat bahwa pemekaran ini lahir dari kehendak rakyat dan harus terus diperjuangkan,” katanya.
Ia menambahkan, aksi unjuk rasa yang dilakukan tetap mengedepankan prinsip damai dan berada dalam koridor hukum.
Pihaknya juga meminta aparat keamanan mengawal kegiatan sesuai prosedur agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan tertib.
“Kami tetap mengedepankan aksi damai dan berharap pengawalan dilakukan sesuai SOP agar tidak menimbulkan gesekan,” pungkasnya.
Hingga sore hari, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Situasi terpantau relatif kondusif, meski arus lalu lintas di kawasan tersebut mengalami kepadatan cukup panjang. (*)






