oleh

Pekan Bisnis dan Ekonomi Syariah Sulsel Bank Indonesia Kembali Dihelat

Hashtagnews.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Pekan Bisnis dan Ekonomi (PINISI) Syariah, Sabtu (22/6/2021).

Mengusung tema “Memperkuat Sinergi Pengembangan Produk dan Bisnis Syariah Sulawesi Selatan”. Berlangsung dari tanggal 11-13 Juni 2021 di Atrium Trans Studio Mall, Makassar.

Acara ini merupakan agenda tahunan sebagai bagian dari Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTl), dan akan dirangkaikan dengan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) secara nasional di tahun 2021.

Melalui PINISI Syariah, momentum pengembangan ekonomi daerah dalam pemberdayaan ekonomi syariah tetap terjaga.

Hal ini sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Majelis Ułama Indonesia (MUI), Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, OJK, Dekranasda.

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), asosiasi perbankan syariah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), akademisi serta Pusat Kajian dan Advokasi Halal (Pusjilal) Sulawesi Selatan.

Mewakili Plt. Gubernur Sulawesi Selatan pada seremoni pembukaan PINISI Syariah, Asisten Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan, Muhammad Firda, menyampaikan apresiasi terhadap Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan atas prakarsanya dalam penyelenggaraan PINISI Syariah.

“Pemerintah Provinsi menyambut baik inisiatif sinergi dalam pengembangan ekonomi syariah, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” Ujar Muhammad Firda.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Budi Hanoto dalam sambutannya pada opening menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan.

“Sinergi tersebut dapat dilaksanakan dalam bentuk pendampingan kegiatan promosi produk dan jasa keuangan syariah secara rutin melalui Pekan Bisnis & Ekonomi Syariah, fasilitasi para UMKM untuk dapat menjadi bagian dari ekosistem Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA), melakukan edukasi dan sosialisasi, serta sinergi program pemberdayaan kemandirian ekonomi pesantren,” jelas Budi.

Kegiatan ini diikuti 45 UMKM serta pondok pesantren mitra Bank Indonesia. Di samping itu terdapat kegiatan temu bisnis (business matching) dan aneka pertunjukan.

Selain upaya pengembangan ekonomi daerah melalui penguatan ekonomi syariah, bentuk sinergi ini juga diarahkan pada upaya pemulihan ekonomi ditengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih membayangi.

“Keterlibatan seluruh pihak dalam menyukseskan agenda ini diharapkan dapat menjaga momentum kebangkitan ekonomi Sulawesi Selatan melalui pengembangan ekonomi syariah.” Pungkas Budi Hanoto.

(*Noya)

Komentar

Hashtag Feed