oleh

Mudik Dilarang Tapi WN India Bebas Masuk Indonesia, Ternyata ini Alasannya

Hashtagnews.id – Menurut data dari WHO, kasus terkonfirmasi Covid-19 di India, dengan sejauh ini totalnya mencapai 14.788.109 kasus.

Saat ini, terdapat 1.801.316 kasus aktif, dengan 12.809.643 orang sudah pulih dan 177.150 orang meninggal dunia akibat terinfeksi virus (24/4/201).

Kasus ini melonjak drastis setelah Festival keagamaan Kumbh Mela diadakan, acara ini di utara kota Haridwar dikunjungi oleh 5 juta peziarah Hindu yang datang dari berbagai daerah di India. Sebagian besar yang datang ke acara itu tidak mengenakan masker.

Namun, masuknya WN India ke Indonesia di tengah gejolak Pandemi COVID-19 yang masih dirasakan Indonesia menjadi perbincangan.

Belum lagi pemerintah tengah gencar-gencarnya melarang masyarakat untuk Mudik Idul Fitri tahun ini. Bahkan bisa di berikan denda bagi masyarakat yang nekat untuk mudik sesuai dengan Undang-Undang Kekarantinaan.

WN India ini masuk Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan Pesawat carter atau sewaan AirAsia dengan kode Penerbangan QZ-988 dari Chennai

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Romi Yudianto menyebutkan bahwa 117 WN India sudah memiliki perizinan yang sesuai untuk masuk Indonesia.

“Dari sisi dokumen keimigrasian, mereka punya Kitas dan Kitap”. kata dia.

Dia juga mengklaim bahwa semua yang ada dalam Pesawat telah melakukan Screening tes Covid-19 oleh petugas kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta.

“Pemeriksaan kesehatan menggunakan PCR. Setelah diperiksa dokumen, 117 warga India itu memenuhi syarat masuk Indonesia, yaitu pemilik Kitas dan Kitap”. Ujar Romi.

Usai pemeriksaan kesehatan dan dokumen, para WNA India tersebut akan ditangani Oleh Satgas Covid-19 untuk menjalani karantina sesuai dengan waktu yang telah di tentukan.

Namun Satgas Covid, membuat Larangan Mudik dalam bentuk Addendum Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan (Satgas) Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriyah.

Addendum Surat Edaran ini adalah mengatur pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021).

(Ais/Ny)

Komentar

Hashtag Feed