hashtagnews.id – Hubungan harmonis antara institusi Polri dan insan pers di Kota Palopo mendadak menjadi sorotan.
Sejumlah wartawan lokal menyuarakan keluhan atas sikap Kapolres Palopo, AKBP Dedi Surya Darma yang dinilai tertutup dan enggan membangun komunikasi dengan media sejak menggantikan AKBP Safii Nafsikin.
Kritik ini mencuat di berbagai grup wartawan, baik secara terbuka maupun dalam obrolan internal.
Seorang jurnalis lokal bahkan menyebut Kapolres yang baru enggan masuk dalam grup komunikasi yang biasa digunakan untuk menyampaikan informasi publik.
“Sudah saya undang Kapolres Palopo baru itu hari, tidak mau memang masuk di grup,” ucap salah satu wartawan di grup WhatsApp media Palopo.
Sikap tersebut dianggap berbeda jauh dari pendahulunya, AKBP Safii Nafsikin, yang dikenal terbuka, cepat merespons pertanyaan media, dan kerap hadir dalam forum-forum informal bersama para pewarta.
“Pak Safii itu kalau ada berita, cepat sekali merespons. Bahkan sering kumpul bareng dengan teman-teman media. Tidak ada sekat. Ini beda sekali dengan Pak Dedi sekarang,” tutur Rindhu, jurnalis Tekape.co yang kerap meliput kegiatan Polres Palopo.
Ia menambahkan, keengganan memberikan akses informasi kepada wartawan bisa berdampak pada ketimpangan informasi ke publik.
“Pers dan Polri adalah mitra. Konfirmasi itu adalah nafas kami sebagai wartawan. Jika akses itu ditutup, maka informasi yang sampai ke masyarakat bisa jadi tak utuh bahkan menyesatkan,” kata Rindhu, Senin (23/6/2025). (*/wdy)
