oleh

Etis Berbisnis Daring Jaga Kepercayaan Pelanggan

Hashtagnews.id – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, di Minahasa. Rabu (14/7/21). Dillaksanakan secara virtual.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Membangun Usaha Daring”. Kegiatan kali ini diikuti oleh 1154 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Co-Founder Pijar, Maria Silangen; Creative Lead Coworking Satu Tampa, Steleynes Sagay; Presiden IMA Manado, Ivanry Matu; aktivis Japelidi & Fikom Unisba, Rita Gani.

Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Erna Virnia selaku Jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Maria yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema “Peran Literasi Digital dalam Dunia Lokapasar”.

Menurut dia, untuk memulai bisnis daring kita perlu menentukan jenis usaha, segmentasi pasar, mempersiapkan produk, lalu mendaftar di platform digital kemudian membuat rencana pemasaran.

Selanjutnya, kelola bisnis tersebut dengan kreatif dan inovatif untuk mencapai kemajuan.

Berikutnya, Steleynes menyampaikan materi etika digital berjudul “Etika & Moral dalam Membangun Usaha Digital”.

Ia mengatakan, dalam mengelola bisnis daring penting menjaga komunikasi yang baik dengan pelanggan/target pasar lewat kesan pertama yang bagus, kalimat jelas dan mudah dimengerti, sopan, ramah, dan beri tawaran produk lain, pujian serta terima kasih.

Sebagai pemateri ketiga, Ivanry membawakan tema budaya digital tentang “Peran Literasi Digital Mengubah Pola Pikir Konsumtif Jadi Produktif”. Menurut dia, kemudahan dan kenyamanan berbelanja daring sebenarnya berpeluang mendorong kita produktif sebagai pelaku bisnis digital, tak hanya terlena sebagai konsumen.

Adapun Rita, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Menghargai Hak Cipta”. Ia mengatakan, etika teknologi informasi meliputi wilayah privasi, akurasi, properti, dan akses.

Aspek properti tercakup dalam Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang meliputi Hak Paten, Hak Perdagangan Rahasia, dan Hak Cipta. Dalam konteks bisnis daring, menghargai Hak Cipta produk maupun karya penting guna menghindari konflik yang berujung masalah hukum.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Antusias para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber dihargai panitia dengan memberikan uang elektronik senilai Rp 100.000 bagi sepuluh penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Salah satu pertanyaan menarik yang dikemukakan peserta diantaranya adalah tentang apakah promosi bermodal besar dengan jasa pemengaruh lebih efektif.

Narasumber menjelaskan bahwa modal besar belum tentu menjamin keuntungan besar jika tanpa persiapan strategi yang baik.

Komentar

Hashtag Feed