Dugaan Penyelundupan Solar Subsidi di Luwu Raya, Aktivitas Transportir Disorot LSM!

Daerah726 Dilihat

hashtagnews.id – Aktivitas armada milik PT Bintang Terang Delapan Sembilan di wilayah Luwu Raya menuai sorotan.

Perusahaan transportir tersebut diduga terlibat dalam praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar yang berpotensi merugikan negara.

Sejumlah armada perusahaan itu dilaporkan beroperasi lintas daerah, mulai dari Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Luwu Utara, hingga Luwu Timur.

Dari hasil penelusuran, kendaraan tersebut diduga mengangkut solar subsidi yang diperoleh dari berbagai wilayah di Sulawesi Selatan untuk kemudian dipasok ke daerah di Sulawesi Tengah.

Dugaan praktik ilegal ini disebut berlangsung cukup lama. Bahkan, solar subsidi diduga diolah atau dialihkan penggunaannya menjadi BBM industri sebelum didistribusikan kembali.

Baca juga:  Demo AMB Minta Kapolres Tindak Tegas Oknum Mafia BBM di Pinrang.

Koordinator LSM Progres, Akhmad, mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut.

“Kami meminta kepolisian mengusut tuntas dugaan penyelundupan BBM subsidi, termasuk yang melibatkan transportir milik perusahaan tersebut,” ujarnya.

Ia juga menilai sejumlah kendaraan yang digunakan tidak memenuhi standar angkutan BBM. Kondisi fisik armada disebut mengindikasikan bahwa sebagian kendaraan diduga tidak memiliki izin resmi sebagai pengangkut BBM industri.

Sementara itu, pihak Pertamina Patra Niaga sebelumnya telah menegaskan bahwa perusahaan tersebut bukan mitra resmi distribusi BBM. Pernyataan itu disampaikan oleh Okky Aditya dalam keterangan yang dikutip media Banggai Times pada November 2025.

Menurutnya, seluruh kendaraan pengangkut BBM wajib terdaftar dan mengantongi izin usaha niaga serta izin angkutan sesuai regulasi Kementerian ESDM.

Baca juga:  Peringati Hari Sumpah Pemuda, KNPI Palopo Gelar Turnamen Futsal

Ia menegaskan distribusi BBM oleh transportir resmi selalu dipantau melalui sistem pengawasan internal perusahaan untuk mencegah penyalahgunaan subsidi.

Namun di lapangan, armada yang diduga milik perusahaan tersebut masih kerap terlihat melintas di jalur Trans-Sulawesi wilayah Luwu Raya hampir setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *