Luwu – Komitmen perjuangan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya jadi topik diskusi pada momentum buka puasa bersama di Rumah Jabatan Bupati Luwu, Sulawesi Selatan, pada bulan Ramadan.
Kegiatan ini menjadi ajang memperkuat kebersamaan serta menyatukan langkah dalam mendorong percepatan realisasi pembentukan daerah otonomi baru demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka di hadapan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua dan anggota DPRD Luwu, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta organisasi kepemudaan (OKP).
Hadir pula Bupati Luwu periode 2009–2019 Andi Mudzakkar, Wakil Bupati Luwu periode 2014–2019 Amru Saher, dan mantan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pembentukan DOB Luwu Tengah, Armin Mustamin Toputiri.
Dalam tausiyahnya, Andi Mudzakkar mengulas perjalanan panjang usulan pemekaran Luwu Tengah. Ia menyebut upaya tersebut sebagai bagian dari ikhtiar mendekatkan pelayanan publik dan pemerataan pembangunan.
“Ikhtiar pemekaran merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dan pemerataan pembangunan,” ujar Andi Mudzakkar.
Ia juga menyatakan kesiapannya menyerahkan dokumen pembentukan CDOB Luwu Tengah sebagai bentuk tanggung jawab moral atas proses yang diperjuangkan pada masa kepemimpinannya.
Sementara itu, Bupati Luwu Patahudding, didampingi Wakil Bupati Dhevy Bijak Pawindu, mengatakan dinamika perjuangan pemekaran sempat diwarnai tudingan dan polemik di tengah masyarakat, termasuk isu hilangnya berkas CDOB Luwu Tengah pada masa lalu.
Ia meminta masyarakat tidak terjebak pada saling tuding.
“Jangan pernah merasa ada yang dituduh pengkhianat atau anak pengkhianat. Kalau niatnya baik, tidak perlu kita klarifikasi ke sana kemari,” ujarnya di hadapan tamu undangan.
Menurut Patahudding, pencarian kembali dokumen CDOB Luwu Tengah pada masa kepemimpinannya bukan perkara mudah. Dokumen tersebut sebelumnya diperjuangkan pada era Andi Mudzakkar.
Kini, kata dia, berkas yang dibutuhkan telah lengkap. Ia menyebut Wakil Bupati Dhevy Bijak Pawindu memiliki peran penting karena memahami aspek teknis pembentukan CDOB.
“Insya Allah, beliau yang akan mengantar kita ke Jakarta untuk urusan Luwu Tengah. Orang yang benar-benar paham soal CDOB,” katanya.
Ia menambahkan, perjuangan pemekaran merupakan aspirasi sebagian masyarakat yang ingin melihat Luwu Tengah berkembang sebagai daerah otonom
Pemerintah daerah, kata dia, kini menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait moratorium pemekaran daerah.
“Pekerjaan baik yang kita lakukan tidak akan pernah sia-sia. Kita tinggal menunggu moratorium dicabut,” ujar Patahudding.
Sejauh ini, pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pembentukan daerah otonom baru. Akibatnya, sejumlah usulan pemekaran di berbagai daerah, termasuk Luwu Tengah, belum dapat diproses lebih lanjut.
Buka puasa bersama tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi lintas unsur pemerintahan dan masyarakat, serta momentum memperkuat optimisme terhadap kelanjutan perjuangan CDOB Luwu Tengah.

