oleh

Bahaya Residu Pestisida Pada Makanan Sehari – hari

Tentang Residu Pestisida

Residu pestisida adalah zat tertentu yang melekat atau terkandung pada hasil pertanian bahan pangan dan juga pakan hewan, baik kontak secara langsung maupun tidak langsung pada penggunaan pestisida.

Pestisida sendiri merupakan semua zat tercampur yang penggunaannya untuk pengendalian gangguan hama tanaman.

Itu seperti binatang pengerat, gulma, nematode, virus, jasad renik, dan juga bakteri pengganggu tanaman.

Dalam penggunan pestisida, terkadang tidak tepat waktu. Terlebih jika digunakan berdekatan dengan waktu panen yang menyebabkan residu pestisida tertinggal pada bahan pangan.

Jika residu pestisida tertinggal atau melekat pada bahan pangan, tentu akan membahayakan saat dikonsumsi.

Mengonsumsi makanan yang mengandung residu pestisida akan berakibat pada gangguan kesehatan seperti sakit perut dan muntah. Bahkan, pada tingkat ekstrim bisa menyebabkan kematian.

Efek Kronis Residu Pestisida

  • Mengakibatkan kerusakan pada fungsu ginjal,
  • Mengakibatkan kerusakan pada sel – sel hati,
  • Merusak sistem saraf,
  • Melemahkan sistem imunitas, dan
  • Mengakibatkan kerusakan pada sistem reproduksi

Dari bahaya yang diakibatkan dari mengonsumsi bahan pangan mengandung pestisida, pemerintah telah menetapkan BMR atau batas maksimum residu. Itu karena tubuh manusia masi bisa mentolerir residu pestisida dalam jumlah tertentu.

Bahan pangan sehari – hari yang paling rentan menyerap residu pestisida yakni buah dan suyur. Utamanya bahan pangan daun – daunan seperti sayur, kemudian buah berkulit tipis.

Ada juga bahan makanan yang sedikit mengandung residu pestisida. Itu seperti sayur dan buah berkulit tebal.

panca prima wijaya

Berikut tips mengurangi residu pestisida yang menempel pada makanan sebelum dikonsumsi :

Cuci Bahan Makanan dengan Sabun

Sebelum mengonsumsi buah dan sayur, ada baiknya dicuci dulu dengan sabung yang sudah terbukti aman dari bahan makanan.

Caranya dengan merendam sayur dan buah beberapa saat, kemudian bilas dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa sabun.

Mengupas Kulit Buah

Cara lain untuk mengurangi residu pestisida yakni mengupas kulit buah, khusus yang berkulit tebal. Itu agar bakteri dan residu pestisida tidak berpindah ke bagian daging buah.

Bersihkan dengan Baking Soda

Cara lain yang direkomendasikan adalah membersihkan bahan makanan dengan baking soda. Itu dengan mencampur 250 mililiter air, satu sendok makan air perasan jeruk nipis, dan dua sendok makan baking soda.

Gunakan campuran tadi untuk merendam bahan makanan selama 5 sampai 10 menit. Setelah itu bilas bahan makanan pada air mengalir.

Rendam dengan Air Garam

Juga bisa dengan memilih untuk merendam bahan makanan dengan air garam. Sebab garam dipercaya dapat membersihkan bahan makanan seperti sayur dan buah dari bakteri serta residu pestisida.

Namun, penggunaan air garam membutuhkan waktu yang terbilang lama yakni 30 hingga 60 menit.

Dari tips diatas, khusus untuk industri makanan yang berskala besar, ada baiknya menggunakan alat ukur residu pestisida. Agar supaya, bisa diketahui kandungan residu pestisida pada bahan makanan.

Saat ini, sudah ada alat yang dapat mengukur residu pestisida dengan akurasi tinggi. Bahkan, penggunannya tak lagi membutuhkan ahli kimia.

Alat pengukur residu pestisida yang direkomendasikan adalah Motomatsu Nexon 5. Dengan alat ini, bisa diketahui kandungan residu pestisida pada bahan pangan dan detail.

Untuk mendapatkan alat itu sendiri, sudah bisa dibeli di PT Panca Prima Wijaya. Bisa menghubungi langsung admin pada laman PT Panca Prima Wijaya. (*/dirman)

Komentar