Bupati Buka Musda MUI Luwu, Tekankan Peran Ulama Jaga Moderasi Beragama

Luwu778 Dilihat

Luwu – Bupati Luwu, Patahudding, membuka Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Luwu di Aula Kantor Kementerian Haji Kabupaten Luwu. Musda mengangkat tema ‘Meneguhkan Peran Majelis Ulama Indonesia dalam Merajut Ukhuwah dan Islam Wasathiyyah.’

Dalam sambutannya, Patahudding mengapresiasi jajaran MUI atas terselenggaranya forum tersebut. Ia menyebut Musda bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum strategis untuk evaluasi, konsolidasi, dan perumusan arah perjuangan umat Islam.

“MUI memiliki peran yang sangat strategis sebagai khadimul ummah dan shadiqul hukumah, yakni pelayan umat sekaligus mitra pemerintah. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, peran ulama sangat dibutuhkan untuk menjaga kehidupan keagamaan yang sejuk, damai, dan penuh toleransi,” ujarnya.

Baca juga:  Tutup Turnamen Badminton Walmas 2026 ,Wabup Luwu Tekankan Nilai Sportivitas

Pemerintah Kabupaten Luwu, kata dia, juga menjalankan sejumlah program keagamaan, di antaranya pemberangkatan umrah bagi 50 imam masjid tahun ini. Ke depan, pemerintah berencana mengadakan pelatihan bacaan salat serta baca tulis Al-Qur’an.

“Permasalahan ini masih banyak kami temui di masyarakat dan menjadi tugas kita bersama. Pemerintah Kabupaten Luwu memandang MUI sebagai mitra utama dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan berdaya saing,” ucapnya.

Ketua MUI Kabupaten Luwu, Nasaruddin Bin A, mengatakan Musda sempat tertunda karena kondisi yang kurang memungkinkan. Ia menegaskan MUI tetap berperan sebagai mitra pemerintah, terutama di bidang keagamaan.

“Majelis Ulama adalah pendamping pemerintah di sektor keagamaan dan bersifat moderat. Insya Allah melalui Musda ini akan lahir pemimpin yang moderat dan mampu bermitra dengan pemerintah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *